Kitab Primbon Beltajemur Adammakna
Penerbit
Soemodidjojo Mahadewa
Tahun Terbit
1994
Halaman
261
Bahasa
Indonesia
Dilihat
0 kali
Ditambahkan
06 Oct 2026
Kategori
Sinopsis
Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (juga dikenal sebagai Betaljemur Adammakna atau jilid pertama dari seri Adammakna) adalah salah satu primbon Jawa paling lengkap dan dianggap sebagai induk (babon) dari hampir semua kitab primbon lain yang beredar di masyarakat Jawa.
Buku ini merupakan kumpulan ilmu-ilmu Jawa kuno yang dihimpun dan ditulis oleh Kangjeng Pangeran Harya Tjakraningrat (berdasarkan warisan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, khususnya masa Sultan Hamengku Buwono VI/VII). Versi bahasa Indonesia yang populer disusun/diterjemahkan oleh R. Soemodidjojo (Soemodidjojo Mahadewa) pada tahun 1939 (cetakan Jawa) dan 1994 (versi Indonesia).
Isi Utama Buku
Buku ini terdiri dari 337 bab yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dari lahir hingga mati, dengan pendekatan petungan (perhitungan) berdasarkan kalender Jawa (hari, pasaran, weton, neptu, dll.). Topik utamanya meliputi:
Ramalan watak & nasib manusia berdasarkan weton kelahiran (hari + pasaran), termasuk sifat, rezeki, jodoh, dan takdir.
Petungan hari baik-buruk untuk segala kegiatan penting: pernikahan, mendirikan rumah, bepergian, membuka usaha, bercocok tanam, dll.
Pengobatan tradisional & ramuan (obat-obatan, tapel, pupuk bayi, persalinan, dll.).
Tafsir mimpi, pertanda alam, ilmu falak, dan astrologi Jawa.
Adat istiadat & ritual kehidupan sehari-hari (memberi nama bayi, puput pusar, khitanan, hingga kematian).
Filosofi hubungan manusia-alam semesta (kawula-Gusti), unsur-unsur (kayu, api, air, dll.), arah mata angin, warna, dan simbolisme Jawa.
Secara keseluruhan, primbon ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi masyarakat Jawa tradisional untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan lahir-batin. Ia menggabungkan unsur mistik, kepercayaan leluhur, serta pengaruh Islam Kejawen.
Buku ini sangat populer karena dianggap paling mujarab dan lengkap, sehingga sering menjadi rujukan utama hingga sekarang. Versi lengkapnya (261 halaman dalam edisi Indonesia) masih banyak dicari sebagai warisan budaya Jawa.
Cite Buku
Ulasan Pembaca
Masuk untuk memberikan ulasan dan rating.
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!